Zikir dan Doa Kebangsaan Perkuat Kerukunan Bangsa dan Dukung Indonesia Emas 2045
- Minggu, 02 Agustus 2026
- Adi Kurniawan
- 0 komentar
Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan bahwa pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus ikhtiar spiritual untuk memperkuat persatuan, kerukunan, dan optimisme dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang dihadiri sekitar 100 ribu peserta dari berbagai daerah dan lintas agama di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, tokoh lintas agama, para ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum. Dalam sambutannya, Menteri Agama juga menyampaikan salam hormat dari Presiden Republik Indonesia yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas kenegaraan.
Menurut Menteri Agama, bangsa Indonesia patut bersyukur karena di tengah dinamika global, Indonesia tetap memiliki stabilitas sosial, politik, dan ekonomi yang kondusif. Kerukunan yang terjalin di tengah masyarakat menjadi modal utama untuk membangun peradaban bangsa yang maju. Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, namun dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap tanah air.
Sebagai bentuk nyata keberhasilan menjaga harmoni kehidupan beragama, Menteri Agama melaporkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak indeks tersebut diukur. Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada tahun 2025, yang menunjukkan semakin kuatnya kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia.
Dalam laporannya, Menteri Agama juga memaparkan berbagai capaian strategis kementerian dalam mendukung program prioritas nasional. Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan manfaat kepada lebih dari 11 juta siswa dan santri, sedangkan Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau lebih dari 1,2 juta siswa dan santri.
Di bidang pendidikan, Kementerian Agama terus melakukan transformasi melalui pengembangan madrasah unggulan. MAN Insan Cendekia Serpong telah mengimplementasikan International Baccalaureate (IB) Diploma Programme, sementara 5,1 juta siswa memperoleh manfaat dari Program Indonesia Pintar. Pada jenjang pendidikan tinggi, sebanyak 289.215 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan menerima bantuan KIP Kuliah, dan sejumlah mahasiswa terbaik memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke Amerika, Eropa, dan Timur Tengah.
Peningkatan kualitas pendidikan juga diwujudkan melalui penguatan kompetensi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan profesi guru. Selain itu, pemerintah telah merevitalisasi 556 madrasah dan sekolah keagamaan, membangun 352 madrasah serta 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 2.180 papan internet interaktif kepada 551 madrasah.
Dalam penguatan pendidikan karakter, Kementerian Agama mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta yang bertujuan membentuk peserta didik yang berkarakter, toleran, dan peduli terhadap lingkungan. Gerakan ekoteologi juga terus digalakkan melalui penanaman sejuta pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, serta pemanfaatan ecoenzym sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai agama dalam menjaga kelestarian alam.
Pada sektor pemberdayaan umat, Menteri Agama melaporkan bahwa penghimpunan Zakat Nasional tahun 2025 meningkat 12 persen menjadi Rp44,6 triliun dengan manfaat yang dirasakan oleh sekitar 140 juta mustahik. Sementara itu, aset wakaf nasional tumbuh menjadi 467.237 titik tanah wakaf dengan luas sekitar 50.000 hektare, serta penghimpunan wakaf uang mencapai sekitar Rp4,7 triliun. Pengembangan wakaf produktif juga diperkuat melalui 514 titik inkubasi wakaf produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Agama juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap dunia pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, yang diharapkan mampu memperkuat pembinaan serta pemberdayaan pesantren di seluruh Indonesia.
Menutup pidatonya, Menteri Agama menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan zikir dan doa sebagai kekuatan spiritual dalam mendukung pembangunan nasional.
"Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama. Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi."
Melalui pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan, pemerintah berharap semangat persatuan, toleransi, dan kerukunan terus terjaga sehingga Indonesia mampu mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang maju, damai, bermartabat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
MTs Negeri 31 Jakarta Timur Selenggarakan Musyawarah Kerja sebagai Langkah Strategis Menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027
Rabu, 24 Juni 2026
Kampanye Pelestarian Lingkungan Hidup MTs Negeri 31 Jakarta Timur di Pantai Ancol
Jum'at, 24 April 2026
MTs Negeri 31 Jakarta Timur Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Deep Learning
Sabtu, 12 Juli 2025
Musyawarah Kerja MTsN 31 Jakarta Timur: Semangat Baru, Sinergi Baru untuk Prestasi Lebih Tinggi
Rabu, 25 Juni 2025
MTsN 31 Jakarta Timur Raih Penghargaan Apresiasi Masyarakat Peduli Lingkungan 2024
Selasa, 17 Desember 2024
Tim Adiwiyata Merasa Lelah, Tagline "Lelah Berbuah Berkah" Menjadi Penyemangat
Rabu, 28 Agustus 2024
Berita Kegiatan: Kerja Bakti dan Sosialisasi Kesehatan di MTs Negeri 31 Jakarta Timur Bersama Masyarakat RW 07
Kamis, 22 Agustus 2024