MTs Negeri 31 Jakarta Timur Terima Berbagai Masukan Konstruktif dalam Evaluasi Tilik Adiwiyata
- Selasa, 04 Agustus 2026
- Adi Kurniawan
- 0 komentar
Jakarta Timur, 4 Agustus 2026 – MTs Negeri 31 Jakarta Timur menerima kunjungan tim evaluator dalam kegiatan evaluasi Tilik Adiwiyata sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan budaya peduli dan berbudaya lingkungan di madrasah. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi berbagai capaian sekaligus memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaan program Adiwiyata di masa mendatang.
Dalam sesi evaluasi, Bapak Hamzah menyampaikan apresiasi atas kinerja para kader Adiwiyata yang dinilai telah menjalankan tugas dengan baik. Beliau juga mengungkapkan bahwa pemahaman peserta didik, khususnya kelas VIII yang bukan merupakan kader, sudah cukup baik terhadap budaya peduli lingkungan. Meski demikian, beliau memberikan beberapa catatan, di antaranya perlunya peningkatan perawatan tanaman yang terdampak musim kemarau, optimalisasi pemanfaatan air buangan AC, serta penguatan pelaksanaan kegiatan rutin agar semakin maksimal, baik dalam aspek kebersihan maupun publikasi kegiatan secara berkala. Selain itu, beliau mendorong penguatan aspek fisik lingkungan madrasah dan perluasan jejaring kerja sama dengan instansi seperti Dinas Pertamanan, KPKP, serta Kehutanan untuk menghadirkan narasumber edukatif setiap tahun. Menurutnya, sistem pengaderan di MTs Negeri 31 Jakarta Timur sudah berjalan dengan baik dan perlu terus dipertahankan.
Sementara itu, Bapak Hery memberikan apresiasi terhadap implementasi budaya Adiwiyata di lingkungan madrasah yang dinilai sudah menjadi kebiasaan sehari-hari seluruh warga sekolah. Beliau juga menyampaikan bahwa perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) telah sesuai dengan dokumen yang diunggah dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Pada aspek konservasi lingkungan, Ibu Atika Sari menilai bahwa program konservasi air di MTs Negeri 31 Jakarta Timur sudah sangat baik. Hal ini terlihat dari keberadaan sepuluh titik biopori, meskipun beliau menyarankan agar seluruh biopori dimanfaatkan secara optimal dengan mengisinya menggunakan sampah organik. Beliau juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan dan perawatan sumber resapan air secara berkala, minimal satu hingga dua tahun sekali. Selain itu, beliau mengapresiasi pemanfaatan penampungan air bekas wudu yang digunakan untuk pemeliharaan ikan serta penerapan konservasi energi melalui pemasangan stiker hemat energi di berbagai ruangan. Adapun beberapa hal yang masih perlu diperbaiki adalah konsistensi pemilahan sampah di tempat sampah pilah yang masih tercampur serta penambahan identitas nama tanaman beserta manfaatnya sebagai media edukasi lingkungan.
Masukan juga disampaikan oleh Ibu Susi yang mengapresiasi penerapan sistem pemilahan sampah menjadi lima jenis, bahkan telah melampaui ketentuan minimal empat jenis sebagaimana diatur dalam Pergub Tahun 2026. Beliau juga mengapresiasi pemanfaatan barang bekas menjadi karya kerajinan, kreativitas penggunaan galon air mineral sebagai tempat sampah pilah, serta kesiapan para kader Adiwiyata. Menurut beliau, Adiwiyata bukan sekadar ajang penilaian, melainkan sebuah pembiasaan untuk membangun gaya hidup sehat dan peduli lingkungan. Oleh karena itu, beliau mendorong madrasah untuk terus memperkuat jejaring dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, dunia usaha melalui program CSR, perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ), komunitas lingkungan seperti Bank Sampah, Eco Enzyme Nusantara, Rumah Sosial Kutub, hingga media massa seperti Kompas. Selain itu, beliau juga menyarankan agar pembiasaan Adiwiyata terus diperkuat melalui kegiatan rutin, misalnya membiasakan peserta didik membawa sampah organik maupun anorganik dari rumah untuk dikelola bersama.
Berbagai apresiasi dan masukan dari tim evaluator menjadi motivasi bagi MTs Negeri 31 Jakarta Timur untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi seluruh warga madrasah serta dukungan berbagai pemangku kepentingan, MTs Negeri 31 Jakarta Timur berkomitmen menjadikan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari karakter peserta didik dan identitas madrasah.
Artikel Terkait
Zikir dan Doa Kebangsaan Perkuat Kerukunan Bangsa dan Dukung Indonesia Emas 2045
Minggu, 02 Agustus 2026
MTs Negeri 31 Jakarta Timur Selenggarakan Musyawarah Kerja sebagai Langkah Strategis Menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027
Rabu, 24 Juni 2026
Kampanye Pelestarian Lingkungan Hidup MTs Negeri 31 Jakarta Timur di Pantai Ancol
Jum'at, 24 April 2026
MTs Negeri 31 Jakarta Timur Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Deep Learning
Sabtu, 12 Juli 2025
Musyawarah Kerja MTsN 31 Jakarta Timur: Semangat Baru, Sinergi Baru untuk Prestasi Lebih Tinggi
Rabu, 25 Juni 2025
MTsN 31 Jakarta Timur Raih Penghargaan Apresiasi Masyarakat Peduli Lingkungan 2024
Selasa, 17 Desember 2024
Tim Adiwiyata Merasa Lelah, Tagline "Lelah Berbuah Berkah" Menjadi Penyemangat
Rabu, 28 Agustus 2024